Daftar Bantuan Bulan JANUARI 2014 | 1.Hamba Alloh Karangansem Solo Rp. 400.000 2. Bp. Bp. Handoyo Palembang Rp. 1.500.000 4. PT kusuma Hadi Rp 250.000,00 5. Bp. Utomo Perum UNS Jati Rp. 100.000 6. Bp. Junaidi Jongkang Rp. 500.000 7. Bp. Joko Dompon Rp. 300.000 8. Ibu Krisnawati Rp. 1.000.000 9. Kel Reminanto Dukuh Jati Rp. 784.500 11. Rizka Audi Fahmi Rp. 100.000 12. Ibu Suradi Yogyakarta Rp. 1.000.000 13. Ibu Eko Budi sarwani SMP 5 Karanganyar Rp. 100.000 14. LAZIS PDM Karanganyar Rp. 10.000.000 Jumlah Bantuan Bulan Januari 2014 Rp 16.034.500,00

Kamis, 22 Agustus 2013

Juliyatmono Bantah Pengurus Golkar Membelot

KOTA—Calon bupati (Cabup) yang diusung Partai Golkar dan PKS, Juliyatmono membantah tegas jika Relawan Ringin Sempal yang menyatakan mendukung pasangan Pasti adalah kader dan pengurus Partai Golkar. Ia pun tetap optimistis jika Partai Golkar tetap solid untuk memenangkan dirinya bersama pasangannya, Rohadi Widodo.  

“Tidak ada pengurus Golkar sama sekali. Bukan pengurus sama sekali. Untuk persoalan itu kami tidak akan menanggapi,” tegas Juliyatmono, Rabu (21/8).

Menurutnya, kader Golkar tidak akan melakukan hal-hal di luar ketentuan yang telah disepakati oleh partai. “Yang jelas Golkar tidak punya tradisi seperti itu. Itu bukan Golkar. Tidak ada satu pun pengurus Golkar yang menjadi relawan pasangan lain,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya sekitar 1.200 orang yang terdiri dari simpatisan dan pengurus Partai Golkar beralih mendukung pasangan Pasti dan menamai diri sebagai Relawan Ringin Sempal. Mereka juga menggelar deklarasi di Desa Jumapolo, Kecamatan Jumapolo pada Selasa (20/8) pagi. Relawan Ringin Sempal tersebut dikomandani oleh Agus “Gembor” Nugroho yang juga mantan  Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Jumapolo.

Sementara itu, Paryono yang merupakan Cabup dari PDIP, mengaku berterima kasih dengan adanya relawan dari partai lain yang ikut menyukseskan pasangan Pasti pada Pilbup Karanganyar nanti. “Kami akan berusaha untuk bisa mengakomodir semua kalangan. Baik perbedaan latar belakang politik, agama, ataupun lainnya. Jika ada kekecewaan para relawan tersebut dengan partainya, saya rasa itu suatu kewajaran,” jelas Paryono.

Pasti Datang Pertama, Ayo Terakhir di Gedung DPRD

KOTA – Ratusan pendukung masing-masing calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) memenuhi ruangan Gedung DPRD Karanganyar saat pengundian nomor urut cabup-cawabup Rabu (21/8/2013). Sementara aparat kepolisian disiagakan di sekitar gedung untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Beerdasarkan pantauan, pasangan Paryono-Dyah Shintawati (Pasti) mendatangi kali pertama ke Gedung DPRD Karanganyar dengan menaiki becak. Mereka dikawal oleh ratusan pendukung Pasti di belakangnya. Tak berselang lama, pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yuro) mendatangi lokasi pengundian nomor urut cabup-cawabup. Sementara pasangan Aris Wuryanto-Wagiyo (Ayo) menjadi kandidat terakhir yang mendatangi lokasi.

Sebelum Undi Nomor Urut, Cabup-Cawabup Ikrar Damai

KOTA – Tiga pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Karanganyar melakukan ikrar damai pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar, Rabu (21/8/2013). Masing-masing cabup-cawabup menyatakan siap menang dan kalah pada pesta demokrasi terbesar di Bumi Intanpari.

Pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yu-Ro) kali pertama melakukan ikrar damai di depan puluhan pendukungnya. Mereka akan menghargai siapapun pasangan yang memenangi Pilkada.

“Kami siap menang dan juga siap kalah. Apapun hasilnya harus dihormati dan dihargai,” ujar Juliyatmono.

Sementara pasangan Pasti juga meminta agar para pendukung maupun sukarelawan Pasti menghargai pendukung lainnya. Pihaknya menyatakan siap menang dan kalah pada gelaran Pilkada Karanganyar.

“Setiap kandidat mempunyai pendukung yang harus dihargai. Kami minta pendukung Pasti juga melakukan hal itu,” ujar Paryono.

Kekayaan Pasti Paling Besar, Ayo Paling Sedikit

KOTA – Ketiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Karanganyar mengumumkan daftar harta kekayaan mereka yang sebelumnya telah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tersebut, pasangan Paryono dan Dyah Sintawati (Pasti) diketahui merupakan cabup-cawabup terkaya, yakni dengan total harta sekitar Rp8.109.161.749. Pasangan Juliyatmono dan Rohadi Widodo (Yu-Ro) berada pada urutan kedua dengan total kekayaan senilai Rp2.802.152.456. Sementara itu, pasangan Aris Wuryanto dan Wagiyo (Ayo) tercatat memiliki harta kekayaan terendah yakni sekitar Rp2.259.028.850.

Aris Wuryanto yang mendapatkan giliran pertama mengumumkan laporan LHKPN menjabarkan satu persatu aset yang dimilikinya, baik harga bergerak maupun tidak bergerak. Dia mengaku memiliki tanah dan bangunan seluas 1.000 meter persegi dan 500 meter persegi di Kabupaten Karanganyar dengan taksiran nilai Rp400 juta.

Kepala Bagian Produksi PDAM Karanganyar itu juga memiliki delapan bidang tanah dengan luas bervariatif yang tersebar di seluruh wilayah Karanganyar, sehingga total harta tidak bergerak miliknya mencapai Rp757 juta. Selain itu, Aris juga tercatat memiliki harta bergerak senilai Rp137 juta. Dengan demikian, total kekayaan cabup dengan nomor urut satu itu mencapai Rp894 juta.

Wagiyo memiliki 12 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Karanganyar dengan total nilai Rp1.166.801.000, harta bergerak mencapai Rp194.727.850, serta kas dan giro senilai Rp3,5 juta. Oleh karena itu, total kekayaan yang dimiliki pasangan Aris Wuryanto itu mencapai Rp1.365.028.850.

Sementara itu, Paryono memiliki 13 bidang tanah dan bangunan di wilayah Karanganyar senilai Rp1.101.048.750. Selain itu, harga bergerak berupa alat transportasi, bidang usaha, logam mulia, serta batu mulia yang dimiliki Wakil Bupati Karanganyar itu mencapai Rp5,2 miliar. Cabup dengan nomor urut dua itu juga kas dan giro senilai Rp407 juta, serta hutang berupa pinjaman uang, pinjaman barang, dan kartu kredit yang mencapai Rp2,1 miliar. Setelah dikurangi dengan hutang, total harta dari cabup terkaya itu mencapai Rp4.619.127.766.

Pasangannya, Dyah Sintawati tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa dua bidang tanah berikut bangunan di Kota Solo serta dua bidang tanah di Kabupaten Temanggung dengan total nilai mencapai Rp2.331.198.800. Selain itu, dia juga memiliki harta bergerak senilai Rp465 juta, kas dan giro senilai Rp623.794.466 dan US$8.000 atau setara dengan  Rp86.120.000. Setelah dikurangi hutang dalam bentuk kartu kredit senilai Rp16.079.283, total kekayaan istri Ketua DPC Demokrat Karanganyar, Rinto Subekti, itu mecapai Rp3.490.033.983.

Cabup dengan nomor urut tiga, Juliyatmono, tercatat memiliki harta tidak bergerak senilai Rp1,9 miliar, harta bergerak senilai Rp254.900.000, serta kas yang mencapai Rp105.155.314. Dengan demikian, total kekayaan cabup dari partai beringin itu mencapai Rp2.260.055.314.

Sementara, Rohadi Widodo hanya memiliki sebidang tanah dan bangunan di Karanganyar senilai Rp62.890.000. Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu juga mempunyai harta bergerak senilai Rp220 juta, surat berharga senilai Rp239.026.530, serta kas senilai Rp20.180.612. Oleh karena itu, total kekayaan pasangan Juliyatmono itu adalah Rp542.097.142.

Pasangan Cabub-Cawabup Karanganyar Dapat Nomor Urut


KOTA - Berbeda dengan acara pengundian nomor urut pada Pilbup sebelumnya, pada pengundian nomor urut kemarin diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan dari Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, Dandim 0727 Karanganyar Letkol (Inf) Eddy Basuki, dan Bupati Karanganyar Rina Iriani.

Rapat pleno terbuka tersebut juga dimeriahkan dengan yel-yel para pendukung seluruh pasangan Cabup-Cawabup yang turut hadir. Suasana saling mengejek pun sempat terdengar dalam ruangan tempat rapat pleno terbuka digelar. Sebelum melakukan pengundian nomor urut, seluruh pasangan calon terlebih dulu menandatangani kesepakatan Pilbup damai dengan saksi dari Muspida Karanganyar, Ketua KPU Karanganyar Sri Handoko, dan Ketua Panwaslu Karanganyar, Dwi Joko Mulyono.

Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko mengatakan nomor urut calon yang telah diundi tidaklah dapat diubah. “Nomor urut yang telah diundi ditetapkan dan tidak dapat diubah. Selain itu nomor urut pun tidak dapat ditukar oleh setiap pasangan calon,” katanya.

Dalam pengundian itu, pasangan Aris Wuryanto-Wagiyo Ahmad Nugroho (Ayo) mendapatkan nomor urut satu, Paryono-Dyah Shintawati (Pasti) bernomor urut dua, dan pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yu-Ro) mendapatkan nomor urut tiga.

Pasangan Ayo yang diusung 12 partai politik (Parpol) mengaku senang dengan mendapatkan nomor urut satu. “Nomor urut satu itu memang menjadi harapan kami. Kami juga berharap pada akhirnya nanti dapat menjadi nomor satu dalam Pilbup. Nyoblos nomor satu. Kalau nyoblos dua atau tiga kan tidak sah,” terang Aris.

Pasangan Pasti yang diusung PDIP pun mengaku bersyukur dengan nomor urut dua yang didapat. Menurut Paryono, semua nomor adalah baik. “Kami akan menyosialisasikan nomor urut dua sebagai nomor pasangan Pasti. Pertama dibuka, kedua dicoblos, ketiga ditutup. Itu urutan mencoblosnya,” jelas Paryono.

Hal senada pun juga diungkapkan oleh pasangan Yu-Ro yang diusung koalisi Partai Golkar, PKS, PAN, dan PKPI. “Nomor urut ini keberkahan Tuhan, didesain oleh Tuhan yang maha bijaksana. Kita hanya berdoa, berapa pun nomornya. Nomor yang sudah ada ini menampakkan tanda-tanda baik,” kata Juliyatmono

Sawah Kering, Rp4 Juta untuk Sumur Pantek

TASIKMADU — Ratusan hektare sawah di sebagian wilayah Karanganyar terancam dilanda kekeringan selama musim kemarau berlangsung. Oleh karena itu, sebagian petani mengandalkan sumur pantek untuk menyelamatkan sawah mereka dari kekeringan.

Seorang petani asal Desa Papahan, Tasikmadu, Sumardi, 40, mengaku rela mengeluarkan biaya senilai Rp4 juta untuk membuat sumur pantek di sekitar sawahnya. Dia khawatir padi yang baru saja ditanamnya akan mati karena kekurangan air.

Sumardi mengatakan pembuatan sumur sedalam 100 meter itu memakan waktu lebih kurang sepekan.

“Nanti kalau sudah jadi, bukan hanya saya yang bisa menggunakan sumur ini untuk mengairi sawah. Petani lain juga bisa menyedot air dari sumur pantek saya, tapi dengan sistem sewa,” ujar dia saat dijumpai wartawan di sawahnya, Rabu (21/8/2013).

Menurut dia, ratusan hektar sawah yang ada di kawasan itu terancam kekeringan jika tak ada upaya penyelamatan dengan membuat sumur pantek. Pasalnya, saluran irigasi di aera persawahan penduduk setempat telah kering selama beberapa waktu, sehingga petani kesulitan memperoleh air untuk mengairi sawah mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Siti Maisyaroch, mengklaim sistem pengairan area pertanian di seluruh wilayah Karanganyar masih terbilang aman.

Dia mengatakan pemerintah telah melakukan antisipasi dengan membuat sumur pantek di sejumlah daerah pertanian.

“Tapi tidak semua daerah bisa dibuatkan sumur pantek, minimal pada kedalaman tanah 50 meter sudah keluar air. Kalau tidak ya berarti hanya dapat disiasati dengan pembuatan sumur artesis, tapi itu bukan kewenangan kami,” jelasnya.

Sawah Bera

Siti menguraikan terdapat beberapa daerah yang termasuk dalam area rawan kekeringan, yakni wilayah Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso, Jatipuro, serta Gondangrejo. Kontur tanah di lima kecamatan itu terbilang tandus sehingga sulit dijangkau saluran irigasi maupun dibuatkan sumur pantek. Oleh karena itu, Dinas Pertanian telah mengimbau para petani di wilayah tersebut untuk beralih menanam palawija semenjak awal kemarau.

“Setelah panen padi beberapa waktu lalu, para petani langsung beralih menanam palawija sehingga pertanian di daerah tersebut kami rasa akan aman, tidak akan terjadi poso,” imbuh dia.

Kendati demikian, Siti mengakui terdapat beberapa petani di wilayah Kebakkramat dan Tasikmadu yang memilih membiarkan tanahnya menjadi bero atau tidak ditanami karena kesulitan memperoleh air. Sebenarnya, lanjut dia, petani masih dapat menanam palawija di area sawahnya yang mulai mongering.

Hanya, mereka harus lebih bekerja keras mencari air dari berbagai sumber untuk menyiram tanaman pasa masa awal tanam. “Tapi kalau petani lebih memilih dibiarkan bero ya ndak apa, kan mereka sekalian bisa istirahat tanam,”  imbuh dia