Daftar Bantuan Bulan JANUARI 2014 | 1.Hamba Alloh Karangansem Solo Rp. 400.000 2. Bp. Bp. Handoyo Palembang Rp. 1.500.000 4. PT kusuma Hadi Rp 250.000,00 5. Bp. Utomo Perum UNS Jati Rp. 100.000 6. Bp. Junaidi Jongkang Rp. 500.000 7. Bp. Joko Dompon Rp. 300.000 8. Ibu Krisnawati Rp. 1.000.000 9. Kel Reminanto Dukuh Jati Rp. 784.500 11. Rizka Audi Fahmi Rp. 100.000 12. Ibu Suradi Yogyakarta Rp. 1.000.000 13. Ibu Eko Budi sarwani SMP 5 Karanganyar Rp. 100.000 14. LAZIS PDM Karanganyar Rp. 10.000.000 Jumlah Bantuan Bulan Januari 2014 Rp 16.034.500,00

Kamis, 31 Januari 2013

137 Guru WB Diangkat Jadi CPNS


KOTA—Sebanyak 137 guru wiyata bakti (WB) resmi diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh Pemkab Karanganyar. Ratusan guru WB itu hanyalah yang terdata hingga akhir tahun 2005.
“Ini khusus untuk guru WB yang terdata sampai akhir tahun 2005 saja. Sedangkan untuk guru WB yang setelah tahun 2005 tidak ada, karena memang tidak diperbolehkan oleh pemerintah pusat,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Agus Hariyanto, Senin (28/1).
Untuk guru WB sendiri di Karanganyar berjumlah 478 guru, sedangkan untuk tenaga administrasi sebanyak 162 orang. Selain itu, pengangkatan guru WB menjadi CPNS juga mempertimbangkan lamanya mengajar. Jika semakin lama maka semakin menjadi prioritas untuk diangkat menjadi CPNS.

Selain guru WB, masih terdapat setidaknya 110 guru honorer yang tidak dibayar dengan uang pemerintah. Ratusan guru honorer itu masuk kategori 2 (K2) dan diperbantukan di sejumlah sekolah negeri. “Jadi juga ada sejumlah guru honorer K2, mereka ini mendapatkan honor dari swadaya sekolah masing-masing,” terang Agus.

Agus mengimbau agar guru honorer K2 tidak berkecil hati, sebab tahun ini rencananya akan ada seleksi CPNS untuk mereka. Namun untuk kepastian waktunya, ia tidak berani memastikan kapan. Sebab kewenangan itu ada di pemerintah pusat.
“Rencananya tahun ini akan ada seleksi CPNS untuk tenaga guru honorer K2. Tapi untuk kapan dan teknisnya seperti apa, kita masih menunggu dari pemerintah pusat,” tambah Agus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar