Daftar Bantuan Bulan JANUARI 2014 | 1.Hamba Alloh Karangansem Solo Rp. 400.000 2. Bp. Bp. Handoyo Palembang Rp. 1.500.000 4. PT kusuma Hadi Rp 250.000,00 5. Bp. Utomo Perum UNS Jati Rp. 100.000 6. Bp. Junaidi Jongkang Rp. 500.000 7. Bp. Joko Dompon Rp. 300.000 8. Ibu Krisnawati Rp. 1.000.000 9. Kel Reminanto Dukuh Jati Rp. 784.500 11. Rizka Audi Fahmi Rp. 100.000 12. Ibu Suradi Yogyakarta Rp. 1.000.000 13. Ibu Eko Budi sarwani SMP 5 Karanganyar Rp. 100.000 14. LAZIS PDM Karanganyar Rp. 10.000.000 Jumlah Bantuan Bulan Januari 2014 Rp 16.034.500,00

Rabu, 05 Desember 2012

Karanganyar :Ruang Terbuka Hijau Tak Sampai 10 Persen


KOTA  - Berdasarkan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mewajibkan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan 30 persen dari total luas lahan kota. Tapi ketentuan tersebut tak banyak dipatuhi. Sebagai bukti, RTH di 35 kabupaten/kota di Jateng rata-rata di bawah 10 persen. Kota Semarang, misalnya, hanya memiliki RTH 7-8%. Bukan hanya kesadaran pemerintah yang kurang, keterbatasan lahan dan keuangan daerah juga menjadi faktor penghambat pemenuhan RTH. Di sisi lain, RTH juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Sebab, dari 30% itu, 10% di antaranya dibebankan kepada warga dan 20% tanggung jawab pemerintah daerah. ”Sawah dan hutan di Gunungpati, Kota Semarang itu tidak termasuk RTH. Yang kami hitung misalnya taman-taman dan lapangan bola,” ungkap Kepala Bidang Penataan Ruang dan Wilayah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptakaru) Jateng Sigit Krida Hariono, Selasa (4/12). Untuk meningkatkan kesadaran tentang RTH, Ciptakaru mengadakan program kampanye hijau yang dikerjakan Satuan Kerja Dekonsentrasi. Beberapa hal yang telah dilakukan yakni pembentukan Forum Komunitas Hijau di 15 kabupaten/kota, di antaranya Brebes, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Banyumas, Kendal, Salatiga, dan Kota Surakarta. Di Kota Semarang terbentuk sekitar 18 komunitas. ”Komunitas ini akan memetakan lokasi hijau di lingkungannya dan bersama-sama melindungi ruang terbuka hijau,” ujarnya. Perda RTRW Kegiatan lain yakni Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) serta pendampingan teknis penyelesaian peraturan daerah (perda) tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW). Sampai saat ini 33 daerah telah menyelesaikan Perda RTRW. Dua yang belum yaitu Karanganyar dan Kudus. Setelah itu, setiap daerah harus membuat rencana induk (masterplan) untuk menentukan langkah-langkah pemenuhan 30% RTH sesuai undang-undang. ”Pemerintah daerah punya waktu 20 tahun untuk memenuhi RTH sesuai usia Perda RTRW. Tanpa masterplan yang jelas, hal itu sulit tercapai,” kata Sigit. Meski hasil konkret masih harus menunggu beberapa tahun ke depan, usaha Dinas Ciptakaru Jateng diapresiasi berbagai pihak dan berbuah penghargaan. Salah satunya menjadi juara kedua pada Lomba Penyelenggaraan Penataan Ruang dalam rangka Hari Bakti Kementerian Pekerjaan Umum 2012. Dalam lomba yang sama, Ciptakaru Jateng juga menjadi juara pertama dalam pengelolaan sumber daya air dan juara kedua dalam pembinaan jasa konstruksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar